Oleh: Hasan Husen Assagaf

 

  

  

Sampai sekarang ini pada masa Raja Abdullah bin Abdul Aziz perluasan masih terus dilakukan dan terkhair yang saya lihat sendiri pada akhir ziarah ke kota kelahiran Nabi, Makkah, pada bulan Rajab tahun 1429. Banyak perobahan terjadi di kota itu. Renovasi besar-besaran di Haram mulai digarap atas perintah raja Abdullah. Belasan ribu bangunan hotel, rumah, toko, dan kantor yang terletak di sebelah barat dan utara Masjidil Haram, kini habis diratakan. Beberapa gedung masih tegak berdiri, tapi nyaris akan dibumiratakan atau mungkin sekarang sudah diratakan.

Raja Abdullah ingin menambah 35% kapasitas Masjidil Haram. Pada saat ini, masjid seluas 350.000 meter persegi itu mampu menampung hingga 2 juta jamaah di dalam dan di luar haram. Dan diperkirakan setelah renovasi bisa menampung lebih dari 2 juta jamaah.

Proyek renovasi ini bisa dibilang yang terbesar. Menurut info yang saya dapatkan bahwa pemerintah Arab Saudi akan memperluas halaman masjid, membangun tempat parkir, dan membuat lokasi sa’i baru antara Bukit Shafa dan Marwah yang sempat menjadi perselisihan faham para ulama tentang sah atau tidaknya bersa’i lokasi sa’i baru.

Renovasi ini bukan hanya dipusatkan di haram tapi terjadi juga di Mina, Musdalifah, dan Arafah, yang menjadi rangkaian tempat pelaksanaan ibadah haji. Tempat pelemparan jumrah ditata ulang demi keamanan jamaah haji. Jaringan transportasi juga akan dibangun mulai seputar Masjidil Haram hingga Arafah, Muzdalifah, dan Mina dengan kereta listrik.

Proyek ini diperkirakan baru bisa kelihatan setelah tahun 2010. tentu proyek itu bakal menyerap dana milyaran dolar. Ini belum termasuk dana pembangunan gedung pencakar langit, pusat perbelanjaan, apartemen, dan hotel-hotel baru di sekitar haram.

Menurut saya, ya sudah sewajarnya terjadi renovasi besar besaran di Makkah, karena setiap tahun, jumlah jamaah haji mencapai 4 juta orang, ditambah belasan juta jamaah umrah. Selain dari itu jumlah haji dan umrah setiap 5 tahun sekali meningkat hingga 10 %. Kehadiran 15-an juta jamaah itu tentu saja membutuhkan akomodasi tempat tinggal begitu juga kesempatan beribadah yang nyaman, aman dan mengesankan. Inilah salah satu sebab utama digelarnya renovasi dan perluasan Haram dan seluruh lokasi ibadah haji lainnya.

Tapi salain dari perluasan dan perombakan besar-besaran di dalam dan sekitar Haram, kita mengharap agar jangan hanya memikirkan bagaimana menampung sebanyak mungkin jamaah dan berapa banyak uang yang diperoleh tapi kita harus memikirkan pula keaslian kota Makkah dan tempat tempat bersejarah di sekitarnya bisa dipertahankan. Karena beberapa fihak banyak yang menyangkan dan memperotes pembangunan gedung pecakar langit di sekitar haram. Sebab gedung pecakar langit itu akan menutupi pemandangan ka’bah dan keaslian kota kelahiran Nabi. Wallahu’alam.

Foto Makkah Saat ini