Oleh: Hasan Husen Assagaf 

 

 

 

Makkah adalah kota suci karena memiliki keutamaan dari kota lainya diantaranya sholat satu raka’at di Makkah sama pahalanya dengan 100 ribu raka’at di tempat lainya. Kalau Allah memberikan kelebihan bagi hambaNya dalam beribadah pada waktu malam malam terakhir (Lailatul Qadar) di bulan Ramadhan, pahalanya dilipatgandakan dengan 1000 bulan dibanding dengan beribadah di bulan lainya, begitu pula Allah telah memberikan keutamaan beribadah di tempat kota Makkah sama dengan 100 ribu kali lipat ganda pahalanya jika beribadah di tempat lainya. Cukup itu sebagai bukti yang menunjukan bahwa kota Makkah merupakan kota suci yang dicintai Allah dan Rasulnya.

Imam besar Bukhari meriwayatkan dalam hadistnya dari Jabir bin Abdullah ra sesungguhnya Rasulallah saw bersabda: ” Satu Sholat di masjidku lebih utama dari 1000 sholat di masjid lainnya kecuali di Masjidil haram, satu sholat di masjidil Haram lebih utama dari 100.000 shalat di masjid lainnya.”

 

Sekarang, mari kita kalkulasi berdasarkan hadisth di atas. Jika satu shalat di masjidil Haram mempunyai kedukudukan lebih baik dari 100.000 shalat di masjid lainya, ini berarti satu shalat di Makkah pahalanya melebihi dari 55 tahun sholat di masjid lainya. Jika kita shalat lima waktu sehari semalam di Makkah pahalanya melebihi dari 277 tahun shalat di masjid lainya. Coba bayangkan betapa mulianya masjid tersebut dan siapa gerangan diantara kita yang tidak tergiur untuk shalat lima waktu sehari semalam apalagi kalau shalat itu dilakukan secara berjama’ah?. Bayangkan berapa pahala yang kita dapatkan hanya sekedar shalat lima waktu sehari semalam berjama’ah di masjiduil Haram? 

Dari uraian di atas kita bisa mengambil istimbath atau kesimpulan, bahwa bukan hanya sholat saja yang dilipat-gandakan pahalanya menjadi 100.000 kali, tapi para ulama telah mengkiyaskan bahwa semua amalan lainnya juga bisa dilipat-gandakan menjadi 100 ribu kali, seperti puasa, shodakah, dan semua amalan baik lainnya bisa memberikan isyarat adanya kelipatan pahala, hal ini dikiyaskan dengan shalat.

Jelasnya, dari hadits di atas para ulama banyak yang mengupas bahwa berpuasa sehari di Makkah sama pahalanya dengan berpuasa 100.000 kali di tempat lainya, bershodakah satu dirham di Makkah sama pahalanya dengan bershodakah 100.000 dirham di tempat lainya, dan semua kebajikan yang dilakukan di Makkah bisa dilipat-gandakan pahalanya dengan 100.000 kali.

Tapi tunggu dulu, bukan kebaikan saja yang dilipat-gandakan menjadi 100 ribu kebaikan tapi sebaliknya setiap satu dosa yang dilakukan di Makkah juga dilipat-gandakan menjadi 100.000 dosa. Maka dari itu kita harus waspada agar tidak melakukan amalan buruk yang tidak diridhoi Allah dan menghidari diri dari perbuatan maksiat di Makkah. Hal ini dikiyaskan oleh para ulama dengan shalat.

Pernah sekali Imam Ahmad bin Hambal ditanya tentang dosa yang jika dilakukan seseorang akan ditulis berlipat-ganda. Beliau menjawab ”Tidak ada, kecuali jika dosa itu dilakukan di Makkah, karena kesucian kota ini”. Dan masih banyak lagi para ulama yang mengatakan hal yang sama. Dan ada hadith yang diriwayatkan imam Ahmad dari Ibnu Masud ra berkata ”Jika seseorang berkehendak ingin membunuh seseorang yang bermukim di Haram dan si pembunuh masih berada di Aden, maka Allah akan mengirimkan kepada si pembunuh mala petaka dan azab yang pedih”