Oleh: Hasan Husen Assagaf 

 

 

Itulah Makkah kota suci yang dicintai Allah dan rasul Nya. Nabi saw tidak akan keluar dari kota itu jika tidak diusir oleh kaumnya. Dan pengusiran Nabi saw dari kota Makkah merupakan hikmah ilahiyah yang pada saat itu tidak bisa diketahui keculai oleh Allah. Disaat Rasulallah saw keluar dari kota Makkah menuju Madinah beliau menangis dan beberapa kali menengok ke belakang ke arah Ka’bah untuk mengucapkan selamat tinggal kepada kota kelahiranya yang dicintainya seraya bersabda yang diriwatkan oleh Thirmizi dari Abdullah bin ’Adi Alhamra; ”Demi Allah, sesungguhnya engkau (Makkah) adalah bumi Allah yang paling baik dan bumi yang paling dicintai Nya, seandainya aku tidak diusir oleh kaumku, maka aku tidak akan keluar dari negeri itu”.

   

Jelasnya, Makkah disebut tanah haram semenjak diciptakan langit dan bumi, bukan hal yang baru tapi sebelum terbitnya fajar Islam ia telah disebut tanah haram. Pernah setelah Allah memberi kemenangan kepada Rasulallah saw dengan menaklukan kota Makkah, Rasulallah saw berdiri di hadapan masyarakat Makkah, kemudian beliau mengucapkan puji syukur kepada Allah lalu bersabda: ”Sesunguhnya dulu Allah telah melarang tentara gajah masuk ke kota Makkah dan Dia telah membinasakan mereka, dan sekarang Allah telah menaklukan kota Makkah untuk Rasul Nya dan orang orang yang beriman kepadaNya. Sesungguhnya diharamkan bagi orang sebelumku untuk menyerbu kota Makkah, hanya dihalalkan satu saat saja yaitu khusus untukku pada hari ini, dan sesungguhnya haram bagi siapapun yang ingin merebut kota Makkah setelahku. Maka dilarang mengusir hewan buruannya, dilarang memotong pohonya dan dilarang memungut barang barang yang tercecer kecuali dengan niat ingin mengembalikanya kepada pemiliknya…”.

Lalu sayyidina Abbas ra  yang berdiri di hadapan Nabi saw berkata: ”Kecuali pohon Izkhir (pohon yang beraruma wangi) wahai Rasulallah? Sesungguhnya kami mencabutnya untuk ditanam di kuburan dan rumah kami”, lalu Nabi saw besabda: ”Kecuali pohon Izkhir”. Hadisth ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim. Itulah kelebihan dan keistimewaan kota Makkah sehingga disebut kota suci Haram atau disebut juga Al-Haramul Makki.