Oleh: Hasan Husen Assagaf

 

  

Sungguh Makkah adalah kota suci dan mulia, kota yang penuh dengan cahaya dan keberkahan Nabi saw. Kesucian tanah ini memiliki batas batas. Dan pertama orang yang menentukan batas-batas tanah haram adalah nabi Ibrahim as atas petunjuk Jibril as. Kemudian diperbaharui oleh Rasulullah saw pada waktu penaklukan Makkah tahun 8 H. Dan seterusnya diperbaharui lagi oleh Umar bin Khathab ra, Usman bin Affan ra dan pemimpin-pemimpin Islam lainnya. Adapun batas batas kota Makkah diantaranya, Hudaibiyah, wadi ’Uranah, Tan’im dan Ji’ranah.

Dulu Masjidil Haram merupakan tanah kosong yang lapang dan tidak ada bangunan disekelilingnya, yang ada hanya tempat thawaf di sekeliling Ka’bah dan halaman untuk shalat. Setelah ada tanda tanda kehidupan di Makkah dengan datangnya nabi Ibrahim dan anaknya Ismail as dan ditemukannya air Zam Zam oleh siti Hajar mulailah manusia berdatangan dari Jazirah Arab, lalu dibangun kemah kemah penduduk yang berdekatan dengan Ka’bah.