Oleh: Hasan Husen Assagaf

 

 

Kemudian datang perluasan pada masa pemerintahan Raja Saudi Arabia, Abdul Aziz Al-Saud yang dimulai pada tahun 1375 H. Hal ini dimulai dengan memperbaiki Masjid yang meliputi; pemasangan marmer, pengecetan ulang, perbaikan pintu pintu, pembuatan trotoar di tempat sa’i.

Pada masa Raja Saud bin Abdul Aizi terjadi pembokaran rumah rumah sekitar tempat sa’i, dibuat dua lantai untuk sa’i, penambahan pintu pintu sehingga jumlah pintu Masjidil Haram menjadi 51 pintu, pembangunan 7 menara sebagai pengganti 7 menara lama yang telah dihancurkan saat perluasan Masjid dan penambahan luas masjid menjadi 6 kali lipat.

Kemudian diteruskan oleh Raja Fahad bin Abdul Aziz, proyek yang dilakukanya diantaranya; memperindah dan melengkapi fasilitas haji,  menambah perluasan Masjid, membuat atap masjid agar bisa dipakai untuk solat sehingga terasa ada penambahan lantai untuk solah menjadi 3 lantai, dibuatnya lift untuk naik ke setiap lantai, menambah pintu pintu masjid sehinga jumlahnya menjadi 54 pintu, menambah menara yang asalnya 7 menjadi 9 menara. Perluasan berjalan terus pada masanya sehinga luas menjadi 9 kali lipat dari sebelumya dan hal ini bisa menampung lebih dari sejuta setengah muslim untuk solat di dalam dan di luar masjid pada musim haji dan hari hari terakhir bulan puasa.