Jabal Rahmah

Jabal Rahmah merupakan jabal atau bukit yang mempunyai nilai sejarah. Walaupun Rasulallah saw tidak naik ke atas puncak bukit itu, tapi bagi jamaah haji merupakan suatu kehormatan jika bisa naik sampai ke atas jabal Rahmah. Di Atas bukit terdapat tugu besar berwarna putih, dan tugu ini merupakan lambang atau ciri khas bagi Jabal Arafah.

Jabal Rahmah berlokasi di pusat Arafah. Dinamakan Arafah karena di tempat itu manusia saling mengenal satu sama lain. Ada juga yang meriwatkan bahwa Jibril as datang kepada nabi Ibrahim as mengenalkan kepadanya tempat tempat ibadah. lalu Jibril bekata kepadanya, “Apakah kamu telah mengenalnya? (هل عرفت ؟ )”. Ibrahim as menjawab, “Ya aku telah mengenalnya”. Ada lagi riwayat yang mengatakan bahwa nabi Adam as dan siti Hawa dikenalkan atau dipertemukan kembali di Arafah di Jabal Rahmah setelah penurunan mereka dari surga dan berpisah selama 200 tahun. peristiwa yang mengharukan berupa pertemuan nabi Adam dan siti Hawa di Arafah ini dijadikan tempat pertemuan umat manusia setiap tahun.

Di saat Rasulallah saw berwukuf di Arafah beliau berdiam di bawah kaki Jabal Rahmah, beliau bersabda “Aku berwukuf di sini, dan Arafah seluruhnya tempat berwukuf kecuali wadi ‘Uranah”.

Di bawah kaki bukit ini terdapat bekas peninggalan mata air Zubaidah yang dulu digunakan untuk memberi minum jamaah haji dan sebuah masjid As-Shakhrat. Diriwayatkan bahwa di situlah Rasulallah saw pernah berhenti wukuf pada saat haji  Wada’ dan di situ telah turun ayat Al-Quran Surat Al Maidah Ayat 3,

الْيَوْمَ يَئِسَ الَّذِينَ كَفَرُواْ مِن دِينِكُمْ فَلاَ تَخْشَوْهُمْ وَاخْشَوْنِ الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الأِسْلاَمَ دِيناً

yang artinya; “Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridai Islam itu jadi agama bagimu”

Jabal Rahmah, Dulu, sulit untuk didaki, kemudian dibuat jalan berupa tangga oleh al-Jawad Al-Ashfahani. ketinggian bukit ini kurang lebih 500 m dari permukan laut. Saat hari biasa, perjalanan naik ke puncak Jabal Rahmah bisa ditempuh dalam waktu beberapa menit.  Namun, saat musim haji, waktu yang ditempuh bisa mencapai sampai 20 menit, sangat sulit dan berdesakan. Maka sebaiknya saat haji, tidak usah mendaki jabal Rahmah hanya sekedar untuk wukuf, karena Arafah semuanya tempat wukuf dan Rasulallah saw sendiri tidak berwukuf di atas puncak jabal Rahmah. wallah’alam